Showing posts with label music. Show all posts
Showing posts with label music. Show all posts

January 29, 2018

The xx Live in Jakarta: I See You Tour

Loud Places

*fangirl mode: FULL ON*

Saya pernah cerita betapa saya sangat menantikan album terbaru The xx dan bagaimana saya jatuh cinta sama mereka di postingan ini. Dan akhirnya, netizen, akhirnyaaa… minggu lalu saya bisa lihat mereka secara langsung! Ini bakal jadi postingan yang panjang. Grab your snacks.

Still waiting...

Tahun lalu The xx ngumumin jadwal konser mereka di Asia, tapi kalau nggak salah negara Asia yang dikunjungi cuma Jepang, Korea Selatan, sama Singapura deh. Saya udah hampir nekat untuk bikin paspor demi bisa nonton konser mereka di Singapura. Yap, saya tahu ini udah tahun 2018 dan saya masih juga belum punya paspor. Kalah sama emak yang bentar lagi mau naik haji (ini beneran). Sebenarnya ada satu teman yang waktu itu serius ngajak nonton di Singapura. Namun, dengan segala pertimbangan yang ada, akhirnya nggak jadi. Walaupun cinta Oliver dan kawan-kawan, ternyata saya lebih cinta duit saya sendiri juga. Hahaha… Secara, beli tiket konser, tiket pesawat pulang-pergi, belum lagi akomodasi. Kecuali kalau bisa nginep di bandara macam Tom Hanks di film The Terminal. Yaudah akhirnya saya cukup puas dengan keputusan itu walaupun tetep ya pundung liat update mereka di sosial media. Kayaknya deket banget gitu loh Singapura itu. Kenapa nggak mampir ke sini sihhh? Saat itu mulai merasa pesimis kalau mereka akan mampir ke sini.

Takdir berkata lain. Hazek. Beberapa bulan kemudian, mereka ngumumin jadwal konser di Australia dan New Zealand, yang lanjut ke Asia di tahun 2018, termasuk Jakarta.

Dan saya kalah cepet sama teman saya Khara yang udah lebih dulu liat update mereka di Instagram, lantas mention saya di komen, “Dateng nggak?” Oh, tentunya saya harus datang. Deg-degan juga sih liat kabar terbaru soal harga tiketnya. Akhirnya presale diumumkan dan untuk VIP Rp600 ribu aja gitu harganya. Saat itu saya sedih. Karena udah mau langsung beli, tapi apalah daya... Sebagai sobat miskin, saya harus menunjukkan solidaritas dan menunggu gajian dulu untuk bisa beli itu tiket. Saya pikir, kalau memang harga normal nanti lebih mahal, seenggaknya nggak semahal konser lain kayaknya. Sengaja tuh nggak ngecekin tiketnya karena ngeri yang VIP sold out. Dan kayaknya emang sempat sold out, terus akhirnya jadi harga normal bukan presale lagi. Yang mana harganya tetep sama dong, segitu juga. HAHAHAHAHA. Saya bahagia.

Gajian. Booking tiket. Ke ATM. Bayar. Balik ke PC kantor. Ngecek email. Dan udah terpampang manis di kotak masuk, sebuah voucher elektronik yang tinggal ditukarkan nantinya. Bahagia lagi. Itu di awal November.

Fast forward ke beberapa bulan sebelumnya. Bulan Desember mulai deg-degan, apalagi setelah liat video ini. Ada beberapa fans yang diwawancara dan ngobrol mendalam tentang arti musik The xx bagi mereka. Dilengkapi dengan video mereka waktu manggung tentunya. Gregetan sendiri nontonnya.


Sampai akhirnya tiba juga hari yang dinantikan, 23 Januari. Saya baru nge-print e-voucher yang harus dibawa itu sehari sebelumnya. Sempat kepikiran untuk ke Kemayoran dulu, tuker e-voucher, biar pulang kerja udah bisa langsung masuk venue. Tapi nggak jadi. Saya pikir, Selaaaw, pulang tenggo aja, paling cuma antri sebentar. Tentunya saya salah besar, netizen yang budiman.

Such a long line

Sore itu hujan. Dan entah kenapa saya woles banget. Masih sempet telepon sama teman dan baru berangkat pukul 7 malam. Saya pikir Kuningan-Kemayoran nggak sejauh itu karena setelah cek di Google Maps, katanya perjalanan sekitar 25 menit aja. Sepertinya yang bikin perjalanan itu terasa jauh banget adalah hujan. Waktu berangkat udah tinggal gerimis lucu. Sampai kawasan Pasar Baru gerimis makin nggak lucu, lama-lama beneran hujan. Bang Go-Jek nawarin pakai jas hujan, tapi saya menolak. Pertama, tanggung, udah basah juga. Seenggaknya bawahan masih lumayan kering dan kaki aman karena pakai boots. Kedua, saya pikir di sana mau beli kaos merchandise mereka sekalian sebagai baju ganti. Tapi lama-lama senewen juga karena muter lumayan jauh untuk bisa sampai ke pintu 6 yang dituju. Untung Bang Go-Jek saat itu ramah. Jadilah kita ngobrol… soal pelanggaran lalu lintas yang sering kita temui sehari-hari. Hmm.

Dari jauh antrian udah terlihat. Saya makin yakin kalau ini dia pintu masuk yang benar. Turun Go-Jek dengan sumringah dan langsung gabung dengan antrian. Tapi kok… ini nggak salah ya antriannya? Panjang banget. Dan lamaaa banget baru bergerak maju. Celingak-celinguk, siapa tahu yang VIP dibedain gitu jalurnya, ternyata sama aja, gaes. Syedih. Makin syedih lagi setelah saya menyadari kalau orang-orang di sekitar saya ini kece-kece pisan. Serba modis dan cakep lah pokoknya. Yang cewek-cewek udah kayak selebgram gitu penampilannya. Sementara saya baju compang-camping, boots abal-abal (yang penting aman kena becekan weks :p), sebelum berangkat semangat curling rambut eeeh taunya kehujanan… Untung makeup dan alis masih aman. Teteup. Haha. Sempat kenalan sama cewek yang ngantri di sebelah saya, yang ternyata sendiri juga. Namanya Dila, tapi saya nggak sempet minta kontaknya. Dia ngaku lebih suka album The xx yang sebelumnya dan berharap mereka lebih banyak memainkan lagu lama. Di sekitar kami, seakan hampir semua orang saling kenal.

“Woi!”
“Eh, gile, apa kabar lu?”
“Terakhir kita ketemu di mana ya?”
“Konser Coldplay ya?”
“Wah iya bener!”
Lalu tiba-tiba ikut antri. Di depan saya. Ketemu temen sih oke-oke aja, tapi nggak usah nyelak antrian dong, sob. -_-

Pukul 8 lewat, saya ngerasa belum bergerak jauh dari awal antrian tadi. Mulai deg-degan. Kalian harus tahu, di bulan Januari itu, selang seminggu saya punya mimpi buruk yang sama. Entah mikirin apa sebelum tidur, saya mimpi ketinggalan nonton konser The xx. Begitu sampai venue acara udah bubar. Bayangin! Dua kali mimpi kayak gitu! Mau nggak mau, saat ngantri itu saya bergidik karena teringat lagi. Sambil antri, sahabat saya Radhit bilang kalau temannya, Windy, nonton The xx juga, tapi di GA section. Akhirnya kami kenalan singkat dan lanjut ngobrol di DM Twitter. Windy udah ada di dalam venue sementara saya makin senewen di antrian. Lumayan yakin kalau bakalan ngaret, tapi tetep aja deg-degan kalau seandainya telat masuk. Akhirnya sekitar setengah 9 saya berhasil menukarkan e-voucher menjadi wristband tanda masuk, pisah jalan sama Dila. Saya memilih jalan yang lurus, dia belok kanan. Beneran.

Entah mereka emang nggak buka merch table di sini, atau saya yang nggak lihat. Pokoknya saya nggak nemu, padahal udah niat mau beli kaosnya. Ngelewatin bar, sempet pengen beli air mineral, tapi males sendiri liat antriannya. Begitu juga antrian di toilet. Sempet salah masuk ke GA section pula. Saya nunggu hampir 30 menit sejak masuk. Sempet mau ke toilet tapi takut begitu masuk nggak bisa dapet di spot itu lagi. Nggak di depan banget sih, tapi lumayan dekat dengan tempat di mana Oliver akan berada. HAHAHA.

Seperti biasa, ada playlist asoy yang dimainkan sambil menunggu waktu manggung. Ada beberapa lagu yang asik dan tentunya saya nggak tahu itu lagu judulnya apa. Di belakang saya ada seorang pria yang suka teriak, entah udah terpengaruh alkohol atau gimana. Dia nggak teriak macam, “Aaaak, The xx! Jamie, Romy, Oliver!” atau apa kek gitu yang masih ada hubungannya sama band-nya. Dia cuma teriak “Aaaaaaarrrggghhhh!” sekitar tiga kali dan kenceng banget kayak jempolnya abis ketiban lemari. Kan kaget dan kesel dengernya.

Penonton makin ramai. Seneng juga karena makin banyak yang berhasil melewati antrian loket yang menyebalkan itu. Tiap lagu di playlist berakhir, penonton berteriak bersiap menyambut yang ditunggu. Ternyata belum. Beberapa kali dengan yakin bilang dalam hati, Fix, abis lagu ini nih mereka naik panggung. Eh, ternyata langsung otomatis berganti lagu lain dan kami lanjut nunggu. Satu lagu lagi berakhir dan berganti dengan lagu yang familiar.

“I’m coming out / I want the world to know / Got to let it show… TEEEEET”

Penonton bergoyang. Dalam hati berpikir, Lucu juga sih kalau mereka keluar sekarang. DAN BENER AJA. There. The three of them coming out of the backstage with that song!

The xx It's hard to say Hands up!

Jantung rasanya pindah ke tenggorokan. Atau itu permen karet yang baru saja saya telan? Entah. Pokoknya rasanya nggak karuan. Langsung refleks loncat, teriak, dan senyum tiga jari. Band yang didengerin tiap hari ada di depan mata, men! Dan ini penting: saya nggak nangis sama sekali! HAHAHA. I’m proud of you! *ngomong di depan cermin*

Performance

The xx di malam itu tampil bagus banget deh buat saya. Ada sih di satu lagu yang menurut saya suaranya agak sember, tapi lupa lagu apa. Kalau harus milih, kayaknya favorit malam itu waktu Infinity dan Loud Places. Saya cinta banget lagu Fiction, tapi saya lebih suka versi aslinya, bukan yang remix. Biasanya saya emang nggak terlalu suka versi remix, tapi yang mereka bawain malam itu bisa jadi pengecualian karena asik semua. Tata lampunya keren banget. Lagu Infinity kalau live di bagian akhirnya emang makin intens karena ditambahin hentakan drum (versi albumnya enggak), ditambah dengan lampu yang ngikutin beat. Keren gila. Terus udah kebayang betapa serunya Loud Places versi live dan bener aja. Lampu di lagu itu yang paling colorful dengan warna pelangi. Mungkin sebagai representasi dari albumnya Jamie, In Colour.

... to search for someone
Yang bikin paling bahagia selain bisa lihat mereka dari dekat adalah karena mereka juga kayaknya beneran seneng. Penonton malam itu emang seru. Kompak nyanyi bareng (apalagi pas single dari album baru) dan energinya luar biasa. Romy bilang terima kasih karena semuanya “have been so warm and welcoming” dengan sumringah, Oliver minta maaf karena butuh waktu lama untuk mereka bisa mampir ke Indonesia. Dan waktu bawain lagu On Hold, Oliver dengan senyum lebar membiarkan penonton nyanyi bareng, sebelum lanjut nyanyi, terus bilang, “I love you, Jakarta.” Yang tentunya saya balas dengan, “I love you, Oliver!”

Saya cukup puas dengan konsernya. Walaupun nggak berhasil maju sampai ke paling depan. Walaupun nggak dapet merchandise mereka. Nah soal ini, entah mereka nggak buka meja merchandise atau saya yang nggak liat. Keluar venue saya sempat nanya ke salah satu kru dan menurut dia emang nggak ada merch table tuh. Hm. Oh, dan mereka nggak bawain lagu A Violent Noise, Brave For You, dan Lips, yang biasanya dibawain di negara lain. Saya bilang ke diri saya sendiri, kalau mereka bawain A Violent Noise dan Brave For You, saya bakalan sedih sih karena cerita yang melatarbelakangi lagu itu. Sementara lagu Lips menurut saya seksi banget, jadi kalau liat versi live-nya saya ngeri terbawa suasana. EH GIMANA. Hahaha. Tapi ternyata sedikit kecewa juga karena tiga lagu itu nggak dibawain. Banyak maunya ya… :’) Mereka juga langsung hajar semua lagu yang ada di setlist. Sok-sokan ke backstage sebelum encore, tapi Jamie aja masih nggak beranjak dari tempatnya. Encore apaan... Hahaha. Nyanyi bareng lagu Angels sebagai penutupan dan udah deh, mereka dadah-dadah.

UntitledI Dare You (ballad version) Heart light for Jamie

Saya masih di area VIP dan habis ngambil foto wristband. Ada larangan dari promotor untuk nggak foto, apalagi bagian barcode-nya terus upload ke sosmed. Tapi berhubung konser udah selesai, yaudahlah ya… Baru selesai foto, saya dengar sesuatu terjatuh di dekat saya. Saya pikir, Wah, ada yang barangnya jatuh nih, sampai akhirnya mata saya terpaku ke sebuah benda hitam kecil yang nggak lain adalah sekeping pick gitar. Tanpa nunggu, langsung saya ambil. Dapet pick gitarnya Romy Madley Croft! Biasa aja sih, nggak ada simbol khusus The xx atau apa. But whaaaat… tetep seneng! Seorang mas bule yang tadi sepertinya melihat kejadian itu lantas mengacungi saya kedua jempolnya sambil bilang, “Good, good!” dan kelihatan ikutan seneng. Makasih loh, mas.

When you can afford VIP ticket... Got Romy's pick!

Sempet mau ketemu dengan Windy, tapi dia masih nunggu temannya yang lain. Berhubung perjalanan pulang saya jauh, akhirnya saya duluan. Dan kami lanjut ngobrol panjang di WhatsApp. Keesokan harinya juga masih lanjut ngomongin. Ternyata emang banyak yang memprotes antrian di loket penukaran e-voucher. Ada yang protes panjang lebar ke promotor karena begitu masuk, udah tiga lagu yang dimainkan. Saya ikutan kasihan dan kesel. Tambah kesel lagi karena lihat salah satu tanggapan curhatan itu. Seseorang dengan bangganya menanggapi kira-kira gini, “Jarang nonton konser sih. Gue aja beli tiket GA1 100 ribu doang, nggak pakai ngantri, langsung masuk.” Saya penasaran dia udah nonton seberapa banyak konser sih, kok songong banget. Terus hellawww beli di calo kok bangga?

But the crew said, "No, sorry." What's left of the crowd The setlist

Masih sempet nyatet setlist yang disingkat-singkat ini... :))
Di perjalanan pulang menenggak satu setengah botol air mineral dan dua bakpao cokelat saking lapernya. Yah walaupun masih berharap lebih, saya senang bisa lihat mereka live, nyanyi bareng, dan joget nggak-jelas-yang-penting-asoy. Mereka juga tampaknya lumayan impressed. Besoknya mereka update di Insta Stories, “Still thinking about last night. We love you, Jakarta.” Duh, kan… saya… jadi… tambah baper… Satu lagi, seneng karena nambah teman yang sepertinya kadar ngefans ke Oliver-nya sama. Kenapa semesta baru mempertemukan kita sekarang? Kenapaaaaaa? Lebay. Haha. Nggak kebayang ini kalau ketemu beneran. Apakah suatu saat saya dan Windy akan menghabiskan waktu hangout dengan stalking sang idola bersama? Semoga tidak. Hahaha.

Oke, tinggal Haim, Mumford & Sons, dan Lorde nih yang belum mau mampir ke sini. Selanjutnya, saya mau lihat Oliver lainnya di Call Me by Your Name. See you soon!

December 18, 2017

Currently


I’m in the mood to make a short blog post tonight. So, I thought I’ll just make this quick post as this one doesn’t require my usual prolonged preparations. Ahem. Here we go...

Last book I read: Sirkus Pohon by Andrea Hirata. The latest masterpiece from Indonesian writer Andrea Hirata. A bit absurd but smart and hilarious as per usual. I love that his writing feels so cinematic and I love the way he describe that bittersweet thrills of falling for someone.

Last movie I watched: STAR WARS: THE LAST JEDI! In fact, I really need to see it again. I was so impatient and afraid of spoilers (haha!) that I went to see it on the first day, December 13th, earlier than the US release date. Sure, it was 151 minutes and I got home almost at midnight, but it’s worth it??

Currently reading: I’m about to start reading Dilan by Pidi Baiq. Because I’m late to the party, as usual. This book is being adapted into silver screen and created quite a hype here. I bought the second book instead of the first one by mistake a few weeks ago. If I can, I like to read the book before watching the movie adaptation. So...

Currently been listening to: Lorde’s Melodrama album. This girl… ugh. I’d be rooting for her on next year’s Grammy. And Warpaint’s Whiteout.

Currently watching: Sadly, I’m not watching any particular show regularly lately, even though I have a looong list.


Current favorite font: Spectral.

Currently feel excited about: I just can’t wait to get some days off, man. Another thing… It’s so close to January! I’m not excited about my own birthday at all. But! The xx is playing here on January 23rd and I’ve got the VIP ticket! Well, I need to print it and maybe switch it on the venue, whatever. But the point is, I’M GONNA BE THERE.
I correctly guessed that they are my top artist. But it's so funny that their songs are not on my top songs? Haha. Never mind. I’LL SEE YOU SOON, BABES. (See what I did there?)




November 19, 2016

I thought I had you on hold...

Via NME

Hey, hey. It’s been a little while since I had an English post and I need to talk about The xx. I’ve shared some part of this before, but it was in Indonesian language. So here we go...

The first time I listen to them was around 2012, I think. They just released their second album, Coexist, and I found out from one of the bloggers I’m following. She just won’t stop gushing over them and that album so I decided to give it a listen. I remember that I instantly like the song Angels and Fiction, but not more. Around that time I was obsessed with Tegan and Sara (yeah, okay, still) and listening to Coexist was such a different experience that I could not yet comprehend. Haha. I also remember that I once Googled ‘The xx’ only to find out how the female singer look like. I was really curious because I don’t think I’ve listen to a voice like that. I found out her name and that they’re from England. But that was it. So I leave them behind, but still liking those two songs a lot.

Fast-forward to last year. I was on YouTube and this idea just came to my head. I was like, “Oh, I haven’t seen any video by The xx, let’s go watch one of them.” I searched for Fiction and on the top result was their live video from KEXP. I watched it instead of the official music video. And let me tell you, guys… from that moment I fell in love with Oliver Sim and The xx. I started to listen to Coexist again and then started listening to their first album, xx, every single day... Ah, you know, fangirl stuffs. Found out they’re the winner of the Mercury Prize 2010 for that debut album and one of the other nominees are Mumford & Sons, also with their debut, Sigh No More. Damn, two of my favorites.

The exciting part is I’m in the right timing. They were already in the studio last year, when I rediscovered them again, some online articles wrote they will release the new album in 2016, Romy made her Instagram account set for public, confirmed as lineup at Lollapalooza 2017 in South America, then they started teasing… I guess we all see this coming, that they will release something new by the end of this year and/or the beginning of 2017 and that’s exactly what happen. I feel like it’s all happening at once, it’s crazy. They released the single, then performed that single for the first time live on BBC Radio 1, and even played a session of their old songs. And oh! They’re going to perform on SNL today (November 19)! I love their previous album so much, but it took me years to know how much I love it, how much I love their music. And now, I’m finally in the right timing!

The new album will be released on my mom’s birthday (ha!), which is ten days away from mine. :’) And look at that album artwork! Please tell me you also wonder what your favorite band’s next album artwork going to be like. Because I found myself wondering about it at least a few times. Hahaha. Alright, I should stop now. This has been quite an elaborate post about my feelings for them. 😁

Listen to the single right here. I've been listening on repeat, it's beauuuuuutiful!

October 27, 2016

Currently


Yeeeey bikin postingan ini lagi setelah sekian lama. Belakangan ini kalian baca apa, nonton apa, dan dengerin apa nih? Kalau saya sih baca, nonton, dan dengerin ini...

Last book I read: Teddy Bears, Tupperware and Sweet Fanny Adams: How the Names Become the Words by Andrew Sholl. Bacaan ini lumayan ringan, cocok banget buat yang suka sama trivia atau suka penasaran sama asal-muasal nama benda. Nggak semua nama benda yang dibahas di buku ini familiar atau bahkan pernah saya denger sebelumya, tapi lumayan deh nambah wawasan ya kan. 

Last movie I watched: Okay, yang ini nggak harus film baru kan ya? Saya belum lama ini nonton Tootsie (1982) karena ditayangin di TV kabel. Hehe. Gemes banget liat Dustin Hoffman dan Bill Murray waktu muda. Jessica Lange juga cantik banget. Tapi, terlepas dari cakepnya para aktor pria dan wanita yang main, filmnya bagus. Michael, karakternya Dustin Hoffman, idealis banget sebagai seorang aktor, sampe agennya nggak bisa dapetin peran alias kerjaan apapun buat dia. Akhirnya dia berhasil lolos audisi dan dapet peran di sebuah soap opera tapi sebagai wanita (jadi-jadian). Terus saya iseng nyari di Tumblr, berharap nemu gifset dari adegan-adegan lucu di filmnya, malah nyasar ke video ini, terus saya terharu. :')

Currently reading: American Gods by Neil Gaiman. The Undomestic Goddess by Sophie Kinsella. Hahahaha gods and goddess. American Gods (Tenth Anniversary Edition) ini salah satu buku yang saya beli di pameran Big Bad Wolf yang lalu dan baru mulai dibaca. Sejauh ini udah sampe bab 11 dan absurd sekaligus bikin terhanyut dalam imajinasi. Oh iya, ini buku mau diadaptasi jadi serial TV tahun depan. Tapi saya belum ada rencana mau nonton sih. Ya bacanya aja belom selesai. Haha.
Nah kalo buku yang satu lagi... Lagi-lagi baca bukunya dia. Entah kenapa saya suka baca bukunya Sophie Kinsella, kecuali yang Shopaholic series (tapi saya nggak suka yang Wedding Night). Formulanya sih sama aja, tapi tetep seru dan bikin ketawa-tawa sih waktu baca. Suatu hari saya lagi nggak bawa buku dan karena bosen banget di jalan, akhirnya mulai baca buku ini yang kebetulan versi epub. Mau lanjut baca American Gods dulu, baru lanjut sama buku ini. Mau temenan di Goodreads?

Currently been listening to: Shura. Thanks to Tegan and Sara, saya jadi dengerin album debutnya penyanyi Inggris ini. Tegan and Sara tur bareng Shura di beberapa kota. Tentunya, mereka bantuin shout out supaya pendengar mereka dengerin lagu-lagunya Shura juga. Dan nggak salah deh emang. Menurut saya lagu di albumnya enak semua. Ehe. Fun fact: kayak Tegan and Sara, Shura juga punya kembaran yang sering ikutan muncul di video-videonya.

Currently watching: Luke Cage and Westworld! Setelah nonton Jessica Jones, kepo juga nih sama hidupnya si Luke. Dan ternyata timeline-nya emang setelah event di JJ. Tapi saya baru nonton sampai episode 3. Kalau Westworld itu serial barunya HBO. Why do I keep watching HBO series? Waktu Game of Thrones S6 berakhir, saya nggak tahu gimana harus nunggu sampai tahun depan. Tapi kemudian series ini mulai dan tahu-tahu saya udah tenggelam bacain fan theories-nya 😑 Tapi... ini series yang main bagus-bagus banget dan saya pikir bakalan macam Terminator gitu, manusia lawan mesin. Ya mungkin akhirnya bakalan gitu, entahlah. Bikin mikir dan gregetan. Kalau di Terminator, saya nggak mau manusianya dimusnahin. Sementara pas nonton Westworld, saya mau para robotnya berontak dan musnahin aja manusia-manusia yang jahat. Ah. Rumit.

Current favorite font: Merriweather (Light).

Currently feel excited about: New movies in October and November. Kayaknya Doctor Strange bakalan main di bioskop sini sekitaran akhir Oktober deh. SAYA SENENG BANGET BENEDICT CUMBERBATCH BAKALAN MAIN BARENG MADS MIKKELSEN OMG. Terus akhirnya karakter yang Mads perankan di Rogue One muncul juga di trailer keduanya. Duh. Puas deh saya tahun ini bakal ngeliat dia di dua film box office. Huehehehe. Terus di November bakalan ada Fantastic Beasts and Where to Find Them. :')

Dan The xx, salah satu band favorit saya saat ini, bentar lagi bakal rilis album baru nih. Belum diumumin sih kapan tepatnya. Yang pasti mereka udah mulai ‘pemanasan’ dan ngeledek dengan updetan di Instagram. Terus kabarnya udah mulai syuting video klip di Texas. Antara nggak sabar dan deg-degan gini jadinya. 😁


Until the next post!

April 6, 2016

Currently


Last book I read: Kamus Akor Gitar Untuk Pemula by Ganter H.P.P. Well... Berhubung saya belum latihan gitar lagi dan saya lihat buku ini di Gramedia. Jilid bukunya spiral, jadi kayaknya gampang mau sambil lihat dan megang gitar. Kapan-kapan... Baca bukunya ini cepet banget. Ya iyalah, orang cuma skimming doang. Ehe.

Last movie I watched: 10 Cloverfield Lane. Filmnya terbilang sederhana, tapi menegangkan dari awal sampai akhir. Bikin inget film Room sedikit dan juga bikin jatuh cinta lagi sama Mary Elizabeth Winstead.

Currently reading: The 100-Year-Old Man Who Climbed Out the Window and Disappeared by Jonas Jonasson. Geblek banget nih ceritanya.

Currently been listening to: Bee Gees. Okay, jadi sejak kecil saya udah tahu band ini karena orang tua saya suka mereka. Tapi saya nggak pernah ngomongin mereka ke teman-teman karena saya pikir nggak ada yang tahu dan awalnya saya pikir mereka nggak terlalu populer. Hahaha betapa salahnya saya. Ya sampai sekarang juga nggak ngobrolin mereka sama teman-teman sih... Terus saya baru tahu kalau Maurice Gibb alias Mo adalah bassist band ini. Soalnya kalau live Mo megang keyboard terus, jadi saya pikir instrumennya ya keyboard/piano aja. Ternyata dia multi-instrumentalist. Semakin saya baca tentang Mo, kayaknya saya makin ngefans. Dan bassline-nya keren-keren.

Currently watching: Lawless Island di NatGeo. Ini tentang komunitas di pulau kecil Port Protection di Alaska. Pulaunya terpencil banget, jadi orang-orang yang tinggal di sana emang bener mandiri dan saling membantu, sampai komunitasnya jadi solid. Dan karena mereka bergantung sama alam, mereka peduli banget sama lingkungannya. Mereka berburu atau nebang pohon sesuai kebutuhan aja, biar nggak mubazir. Terus kadang barter sama tetangga mereka. Yang satu jual minyak dari hewan, tukeran sama selai homemade. Terus, waktu ada anak baru di tempat itu, pada gantian ngajarin. Ada yang ngajarin ngulitin binatang, ada yang ngajarin berburu, mancing... Seru banget. Tapi kayaknya episode ke-10 minggu lalu itu yang terakhir deh. Dan oh, ya, saya juga lagi ngikutin Asia's Next Top Model 4.

Current favorite font: HM Ampersand. As seen on H&M website.

March 8, 2016

9 Band Rock dengan Lead Singer Cantik

Kalau pernah baca artikel-artikel di Nyunyu, pasti udah sering nih lihat judul yang kayak gini. Hehehe. Sekali-sekali pengen nulis konten kayak gini buat di blog sendiri. Apalagi beberapa postingan terakhir tuh berturut-turut dari ‘The 52 Project’. Jadi, menyambut International Women’s Day yang jatuh pada hari ini, saya mau bahas soal 8 cewek cantik yang jadi lead singer di band masing-masing, kebanyakan yang mau saya bahas sih band rock. Saya nggak tau banyak soal cewek-cewek ini, tapi yaudah kenalan aja dulu ya...

1. Paramore
Ngomongin band rock dan lead singer pasti langsung kepikiran sama Paramore dan si kecil-kecil cabe rawit, Hayley Williams. Apalagi fanbase mereka di Indonesia juga luar biasa. Sayangnya sekarang tinggal Hayley member asli dari Paramore yang tersisa. Yang lain udah pada keluar. Saya masih berharap bisa ngeliat Hayley dan Farro bersaudara bisa tampil dalam satu panggung lagi, sih. Huhu. Dulu naksir banget waktu liat video mereka yang CrushCrushCrush. Dan bukan cuma penampilannya aja yang menarik perhatian, vokal Hayley juga emang powerful banget.


2. Blood Red Shoes 
Band rock alternatif dari Inggris ini terdiri dari duo Laura-Mary Carter dan Steven Ansell. Duh si neng Laura-Mary ini udah mah cakep, jago nyanyi dan main gitar, orang Inggris pula. Jadi kalau liat video interview-nya tambah naksir sama logatnya. Denger band ini pertama kali karena salah satu lagu mereka ada di soundtrack film Scott Pilgrim vs The World.


3. Metric
Band ini asalnya dari Toronto dan lead singer-nya bernama Emily Haines. Kalian mungkin tahu kalau mereka pernah ngisi soundtrack sekel Twilight yang Eclipse. Selain sebagai penyanyi utama, pemain keyboard, dan penulis lagu di Metric, Emily juga anggota band Broken Social Scene dan sebagai solo artist, punya proyek bernama Emily Haines & The Soft Skeleton.
   

4. Chvrches
Lauren Mayberry... Para cowok pengen punya cewek kayak dia, para cewek pengen bisa kayak dia. Cantik, pinter, suaranya lembut, dan jago pake eyeliner. Serius. Kalau liat fotonya Lauren langsung pengen pake eyeliner juga. Lauren satu dari tiga anggota band electronic/synthpop ini. Dia berasal dari Skotlandia dan selain nyanyi dan nulis lagu, Lauren juga adalah seorang jurnalis. Uwooow. Sama dong kita! Cie gitu, nyama-nyamain aja. Setelah lulus SMA dia sekolah hukum, terus ngelanjutin masters di bidang jurnalisme. Ini bikin dia terjun ke bidang jurnalisme sebagai freelance. Sebelum di Chvrches, Lauren main drum di berbagai band.


5. 2:54
Dibacanya two fifty four, ya. Tau band ini karena waktu itu Romy-nya The xx posting foto mereka, terus saya jadi kepo. Ternyata mereka pernah tur bareng The xx. Terdiri dari dua saudari, Colette dan Hannah Thurlow. Nah, vokalisnya itu yang namanya Colette. Selain cantik, suaranya dan gayanya juga keren.


6. The Pretty Reckless 
Aktris Taylor Momsen ternyata punya talenta lain selain akting. Dia sekarang fokus nyanyi dan main gitar di band The Pretty Reckless yang rock abis. Menurut Momsen, akting itu gampang, dia suka akting, tapi yang namanya akting, dia harus memerankan karakter lain. Sementara kalau bermusik, dia bisa jadi dirinya sendiri. Wow... jadi Taylor Momsen yang sebenarnya ini cewek yang doyan berpakaian serba hitam dan nggak ragu untuk buka-bukaan, ya? Oke deh, Taylor. \m/


7. Yeah Yeah Yeahs 
Waini... Band yang punya tiga anggota ini punya Karen O sebagai penyanyinya. Selain nyanyi, Karen juga bisa main gitar dan keyboard. Dia lahir di Busan, Korea Selatan dan ibunya emang asal Korea. Bersama Yeah Yeah Yeahs, gig pertama mereka adalah jadi band pembuka untuk The White Stripes. Selain vokalnya yang keren, Karen juga terkenal karena selera fashionnya. Karen juga beberapa kali nulis lagu untuk soundtrack film dan udah merilis satu album solo di tahun 2014.


8. Tegan and Sara 
Well, well... Kalau kalian kenal sama saya atau pernah baca beberapa postingan lama di blog ini, kalian pasti tahu kalau saya ngefans banget sama Tegan and Sara. Dua cewek kece ini kembar identik, tapi kepribadiannya beda banget (yaiyalahhh). Sejau ini mereka udah punya 7 album dan kalau dari pemantauan dari Instagram mereka, album ke-8 mereka bentar lagi rilis soalnya udah beres rekaman dan bahkan udan dipresentasiin ke orang-orang label nih... Antara excited dan deg-degan gimanaaa gitu nungguinnya.


9. HAIM 
Saya juga cinta banget sama band yang ini. Walaupun mereka bersaudari, saya paling cinta sama vokalisnya, Danielle. Duh, nama kita sama-sama D... #penting. Dan di antara saudarinya, Danielle bisa dibilang yang paling berpengalaman soal musik. Emang sih Este punya gelar di bidang ethnomusicology dari UCLA, tapi HAIM resmi dibentuk Danielle pernah tur bareng Jenny Lewis sebagai drummer dan juga Julian Casablancas sebagai gitaris. Mereka punya additional player untuk main drums waktu tampil live, tapi kalau lagi rekaman, Danielle yang main drum. Duh. Pokoknya saya cinta Danielle Haim.
   

Itu cuma 9 cewek aja. Masih banyak lagi yang udah lebih senior dan nggak kalah keren. Di antara mereka ini ada yang jadi favorit kamu, nggak? Kalau mau nambahin di komen juga boleh loh... Ehehehe. Happy International Women's Day!

January 27, 2016

Currently



Kayaknya asik juga kalau ini dijadiin fitur tetap, seenggaknya sebulan sekali. Hazek. Jadi, ngapain aja belakangan ini?

Last book I read: Attachments by Rainbow Rowell. Sumpah lama banget baca buku yang ini. Bukan karena bukunya yang berat, tapi karena waktu itu lagi males baca aja. Padahal dibawa-bawa di tas dan niatnya mau baca di perjalanan berangkat atau pulang kantor. Akhirnya selesai juga. Settingnya di tahun 1999 di sebuah kantor surat kabar. Lincoln adalah pegawai di bagian IT yang salah satu tugasnya adalah ngebacain email yang terjaring di filter yang dia pasang di jaringan komputer. Misalnya kalau emailnya ada kata-kata kasarnya. Ada email dari dua sahabat, Beth dan Jennifer yang sering terjaring. Tapi bukannya dilaporin Lincoln malah keasikan baca, sampai akhirnya naksir sama Beth. Awalnya terkesan creepy, tapi lama-lama gregetan juga. Dan untungnya ending-nya sesuai ekspektasi saya. Ehehe. Ternyata ini novel pertamanya Rainbow Rowell. Saya sih suka banget novelnya yang Eleanor & Park.

Last movie I watched: Star Wars: The Force Awakens? Well, this is embarrassing. Belum nonton film di bioskop lagi sejak Star Wars.

Currently reading: A Game of Thrones by G.R.R. Martin. Sejauh ini udah baca beberapa bab, tapi masih ragu antara mau baca atau enggak. LAH. Haha. Gimana ya... Soalnya kan udah nonton serial TV-nya dan udah mau season 6 pula. Jadi pas baca lagi tuh jadi kayak nonton dari awal lagi. Bakalan lanjut baca pelan-pelan sambil mungkin diselingi buku lainnya. Lumayan buat mengisi waktu di perjalanan yang selalu dihiasi kemacetan. -_-

Currently been listening to: Tame Impala. Udah lama denger nama band ini, tapi baru belakangan ini coba dengerin. Salah satunya karena HAIM bikin remix dari salah satu lagu di album mereka yang Currents. Akhirnya dengerin album ini dan alamak keren! Yang judulnya Let It Happen menurut saya nagih banget. Terus suka banget yang 'Cause I'm A Man, versi asli maupun versi remix dari HAIM, dan Eventually. Tapi belum dengerin album-album sebelumnya. Sedikit mengingatkan sama MGMT. Ya ampun dulu saya ngefans banget sama Andrew VanWyngarden. Haha! I still think he's cute, but I'm not really into their music anymore. Denger-denger Tame Impala mau manggung di Jakarta bulan April nanti, tapi belum tahu harga tiketnya berapa. Kayak mau nonton aja. Hahahaha...

Currently watching: Jessica Jones. Padahal cuma 13 episode tapi sampai sekarang saya baru sampai episode 9. Jadi inget belum nyelesain season 3 Hannibal gara-gara patah hati serialnya nggak diterusin. Hah... Karakter Jessica ini sedikit mengingatkan sama Lisbeth Salander. Mungkin karena gaya berpakaiannya dan cueknya? Selain ceritanya dan karakternya yang menarik, saya suka karena pemeran utamanya kebanyakan wanita. Wohoo!

Current favorite font: Whitney Book. Lupa dapet dari mana, tapi lagi suka pakai font ini kalau ngetik artikel sebelum diganti ke font yang udah ditentuin bapak editor.


September 28, 2015

Currently

Old desk Light
Did I not let enough light in?

Nggak terasa udah setahun lebih (dikit) kerja di Nyunyu. Kadang masih nggak percaya juga bisa menjadikan nulis sebagai profesi. Walaupun harus diakui, saya harus lebih banyak lagi latihan nulis. Selain kerjaan, kayaknya proyek nulis kayak cerpen dan lainnya malah terbengkalai. Termasuk blog ini. Oke, setiap kali saya mood buat ngeblog tapi nggak tau mau ngomongin apa, saya bakal bikin postingan Currently ini. Sebenernya ada lumayan banyak yang bisa diceritain melalui foto tapi fotonya masih ada di hape dan saya terlalu malas untuk mindahinnya. Hahahaha. -_-"

Last book I read: Winter People by Jennifer McMahon. Entah kenapa saya tertarik sama cerita-cerita yang ada hubungannya sama kematian, termasuk waktu saya baca blurb di bagian belakang buku ini. Dan ternyata emang seru ceritanya. Awalnya agak bingung karena ada lumayan banyak sudut pandang. Tapi lama-lama sudut pandang yang beda-beda itu yang bisa membantu pembaca menguak misterinya.

Last movie I watched: Maze Runner: The Scorch Trials. Waktu filmnya rilis saya sama sekali nggak minat nonton. Begitu pun waktu akhirnya itu film diputar di TV kabel. Sampai akhirnya saya 'dipaksa' oleh rasa penasaran dan juga oleh seorang teman yang ngefans banget sama Dylan O'brien. Ternyata seru yah! Hahaha telat. Akhir cerita film pertama gantung banget. Dan akhirnya di minggu kedua pemutaran saya nonton deh sama seorang teman. Karakter favorit saya mungkin Newt. Soalnya dia yang paling saya kenal karena pernah main juga di Game of Thrones. Dan tidak, jangan ada yang berani komen soal masa depannya Newt. Jangan. Saya udah tahu.

Currently reading: Will Grayson, Will Grayson by John Green & David Levithan. Ada dua karater bernama Will Grayson yang jadi narator di tiap bab berbeda. Menarik sih. Kayaknya saya nggak pernah baca buku yang ditulis barengan kayak gini.

Nah berhubung saya nggak lagi punya project personal atau nonton serial TV apapun, kita ganti aja jadi...

Currently obsessed with: Oliver Sim! Lagi-lagi saya naksir sama anggota band indie. Dia ini bassist yang bikin saya pengin jadi bassnya sekaligus co-vocalist band The xx. Sebenernya saya udah dengerin mereka sejak mungkin 2012 akhir atau awal 2013. Saya langsung suka lagu Angels dan Fiction tapi selebihnya ya biasa aja. Mungkin karena saat itu lagi suka band lain dan The xx ini punya musik yang beda; minimalis banget. Terus tiba-tiba suatu malam beberapa bulan yang lalu, saya iseng aja search mereka di YouTube. Saya nggak pernah lihat video klip mereka sama sekali. Nggak tahu kalau lagu Fiction yang saya cari saat itu ada video klipnya. Soalnya di hasil pencarian paling atas justru macam-macam versi live-nya. Akhirnya saya nonton yang mereka live di studio KEXP. Dan O-M-G langsung jatuh cinta sama Oliver.
Pertama karena emang cakep. Terus suaranya itu loh... Waktu nonton videonya pertama kali, saya sampai bengong, nggak yakin kalau suara yang saya dengar bener-bener keluar dari pita suaranya. Haha. Jadi begitulah awal mulanya saya jatuh cinta pada Oliver. ❤

Nggak enaknya ngefans sama musisi indie adalah kadang mereka nggak terlalu dikenal. Ibaratnya kalau belum ada laman Wikipedia khusus buat mereka, bisa dibilang mereka memang belum beken banget. Atau seenggaknya belum bikin sesuatu yang sensasional. Saya mah gitu, kalau lagi suka banget seorang musisi atau aktor, suka kepo sama kehidupan pribadinya. Tapi berhubung The xx ini tertutup banget, nggak banyak yang saya tahu soal kehidupan pribadinya selain dari apa yang ada di artikel-artikel. Waktu curcol soal betapa saya merasa bahwa Oliver itu misterius, temen saya bilang, "Lagian kenapa sih, harus sukanya sama yang indie-indie? Nggak yang mainstream aja?" Well, pertama, saya juga sebenernya nggak se-hipster itu. Kedua, ya gimana dooong namanya juga suka...

Makanya saya seneng banget waktu main dan jajan di Food Fighters, tiba-tiba terdengar sayup-sayup sebuah lagu yang kayaknya saya kenal. Setelah saya dengarkan dengan saksama, ternyata lagu Sunset milik The xx. Saya nggak pernah denger lagu mereka diputer di tempat umum semacam tempat makan kayak gitu. Dan kalau udah nggak punya malu, mungkin saat itu saya udah loncat-loncatan di sana. Hahaha...

Kalau kamu lagi suka band apa?

Read the Printed Word!