Showing posts with label movie. Show all posts
Showing posts with label movie. Show all posts

May 7, 2018

Review Suka-Suka: 'Avengers: Infinity War'


Dari beberapa ide yang belum sempat dituangkan ke draft untuk postingan baru, saya memutuskan untuk nulis tentang film ini dulu karena masih hangat dibicarakan. Apalagi kalau bukan Avengers: Infinity War. Bingung juga sih mau review dari mana karena lokasi ceritanya buanyak, tokohnya juga buanyak. Berhubung judulnya aja review suka-suka, saya akan bahas sesuka saya aja. HAHAHAHA.

SPOILERS EVERYWHERE


Pertama, sedih banget yah jadi pengungsi. Nyeberang ke pulau lain aja bisa tenggelam. Ini lagi, melintasi planet dan ketemu pasukan Thanos duluan. Apes betul nasib orang-orang Asgard. Udah prediksi Loki bakal mati, cuma saya pikir dia bakal berkhianat lebih jauh sampai akhirnya Avengers lain gregetan. Ternyata malah dihabisi Thanos sendiri dan Loki tewas bukan sebagai pengkhianat. :’)
Thor milord… Saya suka karakternya bukan karena dia tambah jago di film ini. Saya suka karena walaupun dia dewa dan kuat banget, tapi dia nggak pinter-pinter amat. Jadinya kocak. Sempet-sempetnya curcol sama Gamora ngomongin konflik keluarga. Terus langsung akrab sama Rocket yang tentunya dia panggil ‘rabbit’. Bisa bahasa Groot, tapi nggak bisa bedain rakun sama kelinci. Bloon kan si Thor. Gemes! Sesaat sebelum filmnya rilis, saya baru tahu kalau Peter Dinklage jadi cameo di film ini. Ternyata dia jadi Eitri, dwarf yang menciptakan Mjolnir dan senjata lainnya. Aha, kebetulan saya udah baca Mitologi Nordik-nya Neil Gaiman, jadi begitu Tyrion Peter Dinklage muncul dan diperkenalkan sebagai Eitri, saya langsung menyikut Imel di sebelah saya dan ngebisikin, “Aaah ini kayak di mitologinya!!” Keren parah lah Thor dan senjata barunya, Stormbreaker. Waktu nonton pertama kali, pas Thor akhirnya tiba di Wakanda, saya dan penonton lainnya tepuk tangan dong itu saking kerennya...

Hajar, Bang!


Berhubung saya suka Benedict Cumberbatch setelah nonton BBC Sherlock, tentunya saya seneng banget waktu dia gabung ke MCU. Perannya sebagai Doctor Strange sebelas-dua belas belagunya kayak Sherlock. Saya dan fans lainnya juga semangat akan kemungkinan bertemunya Bang Ben dan Sherlock yang satunya lagi. Tapi saya nggak nyangka kalau mereka bakalan adu akting dari awal sampai akhir film. Yah, walaupun nggak sempet ada jokes soal Sherlock sih. Ehe. Dan saya percaya sebenernya Doctor Strange tahu apa yang dia lakukan ketika dia menyerahkan Time Stone ke Thanos.
Two Sherlocks walk into the Marvel Cinematic Universe…


Lanjut ke karakter Thanos dan anak-anaknya. Selama ini kita hanya tahu namanya dan bahwa dia akan segera datang, tapi nggak tahu kenapa dia bisa jadi sejahat itu. Curiga Thanos nih suka baca makalah tentang human security kayak bacaan kuliah saya dulu. Secara dia ternyata peduli sama isu kekurangan pangan dan overpopulasi. 😂 Dia juga suka mungut anak yah. Waktu dia nangis ketika akan menukar Gamora dan Soul Stone, saya pikir dia nangis buaya. Tapi waktu Mantis lagi ‘menghipnotis’ Thanos dan mendeskripsikan perasaannya, ternyata dia beneran sayang gitu sama Gamora? Ah, saya berkaca-kaca waktu adegan Gamora, segala pake slow motion segala. Padahal saya udah mulai suka karakternya yang judes dan tangguh sejak GoTG 2.

Sempat baca sekilas, kalau di komiknya Thanos melakukan pembantaian karena dia ingin membuat Mistress Death atau Lady Death terkesan. Yaelah, bikinin candi aja napa, nggak usah genosida segala… Thanos dan anak-anaknya alias Black Order nih emang full CGI yah, dengan motion capture jadi gerakannya lebih realistis. Saya suka banget sama Proxima Midnight (suka salah sebut sama Proxima Nova yang mana adalah nama font hahaha). Cewek sendiri di Black Order, tangguh banget, serem, tapi keren gitu penampilannya. Ternyata Proxima Midnight dan Corvus Glaive tuh suami-istri. Kompak bener… jahatnya. Eh iya, kemaren nonton lagi dan ngeh CGI-nya aneh waktu Banner ada di dalam Hulkbuster pas helmnya udah kebuka. Kurang nyatu gitu animasinya. Oh well... Yang pasti semua teknologi ini yang bikin budget filmnya jadi membengkak dan Infinity War sekarang jadi salah satu film termahal yang pernah dibuat. Tapi dengan rekor box office di mana-mana, kayaknya mah bakalan balik modal.

Secara keseluruhan, dengan alur yang lumayan cepat dan durasi yang panjang, saya nggak bosan karena banyak komedi yang bertebaran. Belum lagi penampilan dan skill para Avengers yang keren pisan. Belum lagi karakter wanitanya yang nggak kalah keren. Waktu Okoye melirik Banner yang jatuh waktu lari pakai Hulkbuster? Savage. Waktu lagi-lagi Okoye dan Black Widow melawan Proxima Midnight? Ini badass banget sih. Terus waktu Wanda dengan mudah mengalahkan Proxima, Okoye sempet aja protes, “Lah, kenapa tadi dia disuruh tinggal di atas?” Hahaha. Kayaknya kalaupun belum nonton banyak film Marvel sebelumnya, alur cerita film ini cukup mudah untuk diikuti. Tapi sayang aja sih, karena walaupun tetep ngerti, ada banyak jokes yang pasti meleset. Hehe. Mengenai ending-nya… Sebenernya saya nggak masalah kalau beberapa karakter emang harus mati. Masalahnya adalah, kita tahu bahwa beberapa aktor itu udah tanda tangan kontrak untuk film lainnya. Jadi, kayaknya masih ada kemungkinan beberapa karakter bisa kembali lagi.

Ya ampun pas nonton pertama kali gedeg banget sama Star-Lord.

Pertama kali saya nonton sama Imel dan sepupu saya. Dua-duanya heboh banget waktu Captain America muncul. Yha emang sih ganteng banget yaaah Chris Evans brewokan gitu. Dan saya suka ngebisikin Imel apa tiba-tiba terlintas di kepala dan langsung ngakak berdua. Misalnya… Waktu Captain muncul, “Wah, ternyata Captain America anak kereta!” Waktu Doctor Strange disiksa Ebony Maw, “Lagi akupunktur nih.” Dan terakhir waktu Thanos malah santai di sawah. Imel heboh ngomong, “Ini di Indonesia??!” (dikira kita doang yang makan nasi hahaha) dan langsung saya jawab, “Ini kok kayak iklan RCTI jadul??!” Dan bener aja ada yang bikin editannya.



Saya akan tutup postingan ini dengan pertanyaan berikut. Dari mana Thor sempet ambil jubah baru sebelum sampai di Wakanda? Saya kepikiran loh. Terus, baru kali di film ini kan Bucky dipanggil White Wolf? Rupanya ini bisa jadi kelanjutan yang seru, gaes. Baca di sini deh. Kembalikan Bucky-ku! Sebel banget dari semua yang musnah kenapa harus Bucky duluan sih? Untung ada yang bikin ini. :">

Satu lagi, kemaren baru aja ngeh. Bucky Barnes dan Jon Snow sama-sama White Wolf dong julukannya. I think I’ve found my favorite type of guy. Hahahaha... Okay, but first, he needs to be resurrected.

January 27, 2016

Currently



Kayaknya asik juga kalau ini dijadiin fitur tetap, seenggaknya sebulan sekali. Hazek. Jadi, ngapain aja belakangan ini?

Last book I read: Attachments by Rainbow Rowell. Sumpah lama banget baca buku yang ini. Bukan karena bukunya yang berat, tapi karena waktu itu lagi males baca aja. Padahal dibawa-bawa di tas dan niatnya mau baca di perjalanan berangkat atau pulang kantor. Akhirnya selesai juga. Settingnya di tahun 1999 di sebuah kantor surat kabar. Lincoln adalah pegawai di bagian IT yang salah satu tugasnya adalah ngebacain email yang terjaring di filter yang dia pasang di jaringan komputer. Misalnya kalau emailnya ada kata-kata kasarnya. Ada email dari dua sahabat, Beth dan Jennifer yang sering terjaring. Tapi bukannya dilaporin Lincoln malah keasikan baca, sampai akhirnya naksir sama Beth. Awalnya terkesan creepy, tapi lama-lama gregetan juga. Dan untungnya ending-nya sesuai ekspektasi saya. Ehehe. Ternyata ini novel pertamanya Rainbow Rowell. Saya sih suka banget novelnya yang Eleanor & Park.

Last movie I watched: Star Wars: The Force Awakens? Well, this is embarrassing. Belum nonton film di bioskop lagi sejak Star Wars.

Currently reading: A Game of Thrones by G.R.R. Martin. Sejauh ini udah baca beberapa bab, tapi masih ragu antara mau baca atau enggak. LAH. Haha. Gimana ya... Soalnya kan udah nonton serial TV-nya dan udah mau season 6 pula. Jadi pas baca lagi tuh jadi kayak nonton dari awal lagi. Bakalan lanjut baca pelan-pelan sambil mungkin diselingi buku lainnya. Lumayan buat mengisi waktu di perjalanan yang selalu dihiasi kemacetan. -_-

Currently been listening to: Tame Impala. Udah lama denger nama band ini, tapi baru belakangan ini coba dengerin. Salah satunya karena HAIM bikin remix dari salah satu lagu di album mereka yang Currents. Akhirnya dengerin album ini dan alamak keren! Yang judulnya Let It Happen menurut saya nagih banget. Terus suka banget yang 'Cause I'm A Man, versi asli maupun versi remix dari HAIM, dan Eventually. Tapi belum dengerin album-album sebelumnya. Sedikit mengingatkan sama MGMT. Ya ampun dulu saya ngefans banget sama Andrew VanWyngarden. Haha! I still think he's cute, but I'm not really into their music anymore. Denger-denger Tame Impala mau manggung di Jakarta bulan April nanti, tapi belum tahu harga tiketnya berapa. Kayak mau nonton aja. Hahahaha...

Currently watching: Jessica Jones. Padahal cuma 13 episode tapi sampai sekarang saya baru sampai episode 9. Jadi inget belum nyelesain season 3 Hannibal gara-gara patah hati serialnya nggak diterusin. Hah... Karakter Jessica ini sedikit mengingatkan sama Lisbeth Salander. Mungkin karena gaya berpakaiannya dan cueknya? Selain ceritanya dan karakternya yang menarik, saya suka karena pemeran utamanya kebanyakan wanita. Wohoo!

Current favorite font: Whitney Book. Lupa dapet dari mana, tapi lagi suka pakai font ini kalau ngetik artikel sebelum diganti ke font yang udah ditentuin bapak editor.


September 28, 2015

Currently

Old desk Light
Did I not let enough light in?

Nggak terasa udah setahun lebih (dikit) kerja di Nyunyu. Kadang masih nggak percaya juga bisa menjadikan nulis sebagai profesi. Walaupun harus diakui, saya harus lebih banyak lagi latihan nulis. Selain kerjaan, kayaknya proyek nulis kayak cerpen dan lainnya malah terbengkalai. Termasuk blog ini. Oke, setiap kali saya mood buat ngeblog tapi nggak tau mau ngomongin apa, saya bakal bikin postingan Currently ini. Sebenernya ada lumayan banyak yang bisa diceritain melalui foto tapi fotonya masih ada di hape dan saya terlalu malas untuk mindahinnya. Hahahaha. -_-"

Last book I read: Winter People by Jennifer McMahon. Entah kenapa saya tertarik sama cerita-cerita yang ada hubungannya sama kematian, termasuk waktu saya baca blurb di bagian belakang buku ini. Dan ternyata emang seru ceritanya. Awalnya agak bingung karena ada lumayan banyak sudut pandang. Tapi lama-lama sudut pandang yang beda-beda itu yang bisa membantu pembaca menguak misterinya.

Last movie I watched: Maze Runner: The Scorch Trials. Waktu filmnya rilis saya sama sekali nggak minat nonton. Begitu pun waktu akhirnya itu film diputar di TV kabel. Sampai akhirnya saya 'dipaksa' oleh rasa penasaran dan juga oleh seorang teman yang ngefans banget sama Dylan O'brien. Ternyata seru yah! Hahaha telat. Akhir cerita film pertama gantung banget. Dan akhirnya di minggu kedua pemutaran saya nonton deh sama seorang teman. Karakter favorit saya mungkin Newt. Soalnya dia yang paling saya kenal karena pernah main juga di Game of Thrones. Dan tidak, jangan ada yang berani komen soal masa depannya Newt. Jangan. Saya udah tahu.

Currently reading: Will Grayson, Will Grayson by John Green & David Levithan. Ada dua karater bernama Will Grayson yang jadi narator di tiap bab berbeda. Menarik sih. Kayaknya saya nggak pernah baca buku yang ditulis barengan kayak gini.

Nah berhubung saya nggak lagi punya project personal atau nonton serial TV apapun, kita ganti aja jadi...

Currently obsessed with: Oliver Sim! Lagi-lagi saya naksir sama anggota band indie. Dia ini bassist yang bikin saya pengin jadi bassnya sekaligus co-vocalist band The xx. Sebenernya saya udah dengerin mereka sejak mungkin 2012 akhir atau awal 2013. Saya langsung suka lagu Angels dan Fiction tapi selebihnya ya biasa aja. Mungkin karena saat itu lagi suka band lain dan The xx ini punya musik yang beda; minimalis banget. Terus tiba-tiba suatu malam beberapa bulan yang lalu, saya iseng aja search mereka di YouTube. Saya nggak pernah lihat video klip mereka sama sekali. Nggak tahu kalau lagu Fiction yang saya cari saat itu ada video klipnya. Soalnya di hasil pencarian paling atas justru macam-macam versi live-nya. Akhirnya saya nonton yang mereka live di studio KEXP. Dan O-M-G langsung jatuh cinta sama Oliver.
Pertama karena emang cakep. Terus suaranya itu loh... Waktu nonton videonya pertama kali, saya sampai bengong, nggak yakin kalau suara yang saya dengar bener-bener keluar dari pita suaranya. Haha. Jadi begitulah awal mulanya saya jatuh cinta pada Oliver. ❤

Nggak enaknya ngefans sama musisi indie adalah kadang mereka nggak terlalu dikenal. Ibaratnya kalau belum ada laman Wikipedia khusus buat mereka, bisa dibilang mereka memang belum beken banget. Atau seenggaknya belum bikin sesuatu yang sensasional. Saya mah gitu, kalau lagi suka banget seorang musisi atau aktor, suka kepo sama kehidupan pribadinya. Tapi berhubung The xx ini tertutup banget, nggak banyak yang saya tahu soal kehidupan pribadinya selain dari apa yang ada di artikel-artikel. Waktu curcol soal betapa saya merasa bahwa Oliver itu misterius, temen saya bilang, "Lagian kenapa sih, harus sukanya sama yang indie-indie? Nggak yang mainstream aja?" Well, pertama, saya juga sebenernya nggak se-hipster itu. Kedua, ya gimana dooong namanya juga suka...

Makanya saya seneng banget waktu main dan jajan di Food Fighters, tiba-tiba terdengar sayup-sayup sebuah lagu yang kayaknya saya kenal. Setelah saya dengarkan dengan saksama, ternyata lagu Sunset milik The xx. Saya nggak pernah denger lagu mereka diputer di tempat umum semacam tempat makan kayak gitu. Dan kalau udah nggak punya malu, mungkin saat itu saya udah loncat-loncatan di sana. Hahaha...

Kalau kamu lagi suka band apa?

April 26, 2015

Random Post

Blog Blog

Lagi pengen ngeblog tapi nggak punya stok foto dan nggak tau juga lagi pengen ngomongin apa. Nggak jelas banget, kan? Tapi pengen! Dan mood-nya sayang banget kalau nggak dimanfaatin. Oke, ngomongin ini aja deh ya... Biar berasa kayak orang sibuk gitu, sok-sok ngasih update terbaru dari hidup. Hahahaha

Last book I read: "Just After Sunset" by Stephen King. Dikasih Lily sebagai hadiah ulang tahun untuk tahun ini. Kumpulan cerpen gitu. Dan yah, namanya juga Stephen King, tulisannya bikin tegang gitu. Agak males juga sih baca cerita yang terakhir. Soalnya karakternya dikunciin di toilet portabel gitu.

Last movie I watched: Baru aja nonton The Avengers: Age of Ultron. Kalau dipikir-pikir ceritanya rada kurang greget dikit sih ya. Mungkin kalau dijelasin dikit lagi bisa bikin lebih semangat ngikutin misi para Avengers. Tapi tetep suka! Berantemnya seru. Saya nonton udah kayak anak kecil, asik ber-"Oooooh!" ria waktu jotos-jotosan.

Currently reading: "Twenties Girl" by Sophie Kinsella. Saya nggak pernah baca series Shopaholic (yang akhirnya diadaptasi ke film Confessions of A Shopaholic), tapi saya baca dan suka bukunya yang Remember Me?. Terus lagi pengen aja baca yang ringan-ringan gitu. Sejauh ini kocak banget sih bukunya.

Current personal project: Nyelesain Goodreads' 2015 Reading Challenge. Tahun lalu nargetin baca 15 buku, tapi minus 3 buku kalau nggak salah. Tahun ini maunya sih baca 20 buku, kalau bisa lebih. Dan um... bangun lebih pagi? Hehehehe.

TV Show: Game of Thrones Season 5. Setelah denger dari Tumblr dan liat segala macam gifs di Tumblr, saya akhirnya nyerah dan mulai nonton Game of Thrones. Tadinya males soalnya saya pikir udah ketinggalan banyak secara udah mau S5. Tapi rasa penasaran mengalahkan segalanya. Tsah... Saya baru mulai nonton Januari lalu, bertekad nyelesain 4 season sebelum season 5 mulai pertengahan April kemaren. Dan berhasil. Sekarang setiap Senin nonton episode barunya dulu sebelum berangkat kerja. Bukan karyawan teladan. Biarin. Valar morghulis!

Cerita dikit. Hari Jumat waktu lagi nunggu bus, saya akhirnya ngobrol sama seorang cewek. Kebetulan kita nunggu bus yang sama. Lumayan lama nunggu, busnya datang tapi udah penuh banget. Saya lebih milih nunggu bus yang selanjutnya, walaupun emang hampir setengah sembilan malam. Dia ragu dan akhirnya ikutan nunggu, mumpung ada temennya, katanya. Jadilah kita nunggu lebih lama lagi. Sepanjang nunggu, sampai akhirnya busnya datang, dan kita duduk manis di bus, dia ngomong nggak henti-henti. Extrovert banget. At one point, dia nyeritain temennya yang introvert dan bilang kalau introvert itu kaku dan statis. Saya sempet agak sebel gitu sih dengernya. Kalau dia ngeluarin satu lagi deskripsi, mungkin saya mau bilang, "Ahem, saya introvert loh." Untungnya enggak.

Yah, sebagai introvert (tapi nggak tau kadar/levelnya) saya kagum sekaligus ngeri gimana orang lain bisa ngomong segitu banyaknya. Kagum karena saya nggak bisa kayak gitu. Kalau ngobrol, saya berusaha ramah dan mikir topik apa yang bisa jadi sambungan obrolan. Tapi nggak pernah bisa ngomong sebanyak itu, kecuali sama teman-teman dekat. Ngeri karena nggak habis pikir gimana ini orang bisa cerita segitu banyak sama saya yang baru aja dia kenal. Intinya saya seneng-seneng aja sih jadi introvert. :)

July 18, 2014

What's Up / Sundate

Sunday Date Sunday Date Sunday Date Sunday Date Sunday Date Sunday Date Sunday Date Sunday Date Sunday Date
Sunday, July 13

What's up, blogger? Let's talk about some interesting things that happened.
Germany won the 2014 World Cup and I'm so happy for them. To be honest, I started supporting them at the round of 16 since other favorites of mine didn't make it. I was also sure that Brazil will win and I was anxious when they met at the semifinal. But then... 7-1! I left the TV for awhile and they already scored two more goals. Goal after goal after goal... It was crazy/amazing. Manuel Neuer though... Okay, I'll stop the football talk now.
Anyway, I finally finished The Hobbit. Can't wait for December. I'm sure the battle will be epic! I'm currently reading The Adventures of Sherlock Holmes. I should probably read the novels first but whatever, man. Last week I saw The Fault In Our Stars with my Mom. It really lives up to the book, I think. Although thank God, I didn't cry like when I saw the movie, only when I read the book. My Mom cried and she was so into the the story more than I expected. Haha. Hmm I really like Nat Wolff. I heard he'll be playing Q in another movie adaptation from John Green's book, Paper Towns. Totally looking forward to it, even though I'm still kind of upset about the other character in that book...

These photos are from last Sunday. I met up with the girls for Iftar. We just met Ika again because the last two months she was taking exclusive English courses in Pare, Kediri. It was nice catching up with them. I don't know about them but sometimes I miss school.


Ramadhan is soon coming to an end. May these last weeks are filled with joys and blessing. Happy Friday!

Read the Printed Word!