September 28, 2011

Ups and Downs.

IMG_1071

There’s a lot of ups and downs to my mood this week, just like the constantly changing weather, and I can’t say it’s my favorite week. Last weekend I felt so bored like a prisoner trapped in Azkaban or something. I want to get out, hunt photos, and capture the beauty of the things around me but there are always something getting me out of the way. And so after rolling around the floor like a lazy sloth on Sunday morning, I get up and decided to have a chit-chat with my cacti. That’s when I noticed something was wrong. I have two mini cactus and I just adore this one; the one that got wobbly and after I check it turned out that the stem was roten up to its root.

my little cactus

This picture was taken before I knew it and after all, you wouldn’t know it unless you touch it. I was so upset. Why this one? I like its thorn that felt like rough brush on my fingers, it’s just my favorite. Why now? Just when I thought I can entertain myself with it. I tried to remove the sick stem but like I said, its roten to its root so I’m really pessimistic that there is something I can do other than get a new one.

My friends were as bored as I am so it’s nice to meet up with them and talk about a hell lot of things. And turn out there is a little flora and fauna exhibition (!) at a mall nearby. My heart melts on the grey Siberian Husky with light eyes but in the same breaks to see those little animals that supposed to be treated by their mothers are now on those little cages, ready to be sold. So yeah, I finally go out, took pictures of one of the scene I’ve always want to, and then... got warned by a security guard. I’m sorry for being an amateur, Sir, but I’m not that stupid to use flashlight to photograph other people and to the street and caused harm to the drivers. But whatever, I got the pictures I want.

IMG_1513

IMG_1534

I wish they will never take those lights off the trees.

IMG_1557


I got home and found out that my welcome email from Pottermore had finally arrived. And then I decided to go check my favorite blog and was so happy to see a new post on her page. I read further and further and I know this is gonna be bad. I’m so sad that Aura Joon decided to jump ship. I kind of lost my passion on blogging for awhile. She’s the first blogger whose blog I’ve ever bookmarked and visit regularly. I decided to close the blogs I’ve had for years because I don’t know what else to do with it anymore, because everytime I read the old posts I feel like I’m reading a journal of a full of rants teenager. So started this one, hoping that even though it is simple, it’s not gonna be meaningless. And I owe Aura for the inspirations. I want to keep optimistic that she’ll eventually come back with her beautiful words, photos, and points of view. I totally respect her for that. She always amazed me with her ideas and how she holds on to it. And for her I wish nothing but the very best.


I’m still trying to fully understand... I mean, if I leave my blog then it won’t mean so much, but her? She got these whole audience and loyal readers...
In my attempt to understand, I’m reminded of myself. Sometimes when I feel that someone is knowing too much of me or that I’ve exposed too much to them, I’ll lock myself and slowly push them away outside the boundary of my underworld. Almost disappear. It’s the only way I can feel safe again so that when I’m ready I can open myself again for them to go into. She, well... she wants to live life to the fullest without people looking. And I wish her good luck.

I want to give it a try for myself. I want to stop thinking, ‘Oh this is gonna be a great blog post!’ just to impress people instead of just sharing. I’ll just post things for what they are, post the pictures for the pictures could speak better than I can. And hopefully that way I can keep things real to myself.

night light

September 15, 2011

Semester Lima

06042011_001


Akhirnya hari Senin kemarin semester 5 sudah dimulai. Harus bangun pagi lagi, harus berhadapan dengan macetnya Jakarta lagi. Untungnya ada siaran radio yang bikin pagi hari jadi lebih berwarna (plus bikin gue diliatin penumpang lain di bus karena senyum-senyum nggak waras).

Sejujurnya gue sama sekali nggak ada persiapan apapun ini kecuali mungkin persiapan mental. Sewaktu mengisi kartu rencana studi, kami diharuskan menentukan pilihan penjurusan yang baru mulai diterapkan di semester ini. Jadi, kami harus memilih konsentrasi ke ekonomi politik internasional atau pengkajian keamanan. Gue bingung. Mendiskusikannya dengan Mama sebenarnya percuma karena gue tahu pasti dia akan mendorong gue supaya lebih condong ke ekopolin. Akhirnya gue memantapkan diri untuk mengambil konsentrasi pengkajian keamanan. Ketika selesai mengurus KRS, gue bilang ke Mama kalau gue ngambil penjurusan pengkajian keamanan sesuai pilihan gue, bukan ekonomi politik internasional seperti yang dia sarankan. Gue udah menyiapkan argumen siapa tahu dia marah atau nggak setuju. Ternyata enggak. Tapi...

Gue: Ma, Diah ngambil jurusan pengkajian keamanan, bukan ekopolin.
Mama: Oh. Oke. Nggak apa-apa.
Gue: Oke. :D
Mama: Jadi satpam dong nanti? HAHAHAHAHA *ketawa jahat*
Gue: *headbang*

Terbukti bahwa gue terlalu cepat merasa senang.

Yah semoga semester lima berjalan dengan lancar dan tetap kompak dengan teman-teman walaupun berbeda jurusan. Dan semoga 24 Oktober cepat datang.

Untitled-1

September 11, 2011

Idul Fitri: 2011

Idul Fitri 1432 Hijriah


Halo, blogosphere!

Bagaimana mudik kalian? Semoga kembali ke rumah dalam keadaan sehat walafiat, ya. Kadang-kadang gue heran dengan ritual mudik ini. Setiap tahun berjuta-juta orang berbondong-bondong pergi ke kampung halamannya menempuh beratus-ratus kilometer, berdesak-desakkan di kendaraan umum maupun kendaraan pribadi, dan menempuh berjam-jam perjalanan demi menghabiskan beberapa hari bersama sanak keluarga. Waw (saking wow-nya).

Mudik gue sih nggak jauh-jauh. Paling jauh cuma ke Bogor. Dan terlepas dari penetapan Idul Fitri yang lumayan heboh, gue udah menikmati ketupat sejak hari Senin malam. Jadi, yah, begitu hari Rabu tiba gue udah cukup bosan dengan ketupat. Tapi tidak dengan semur buatan Mama! Pokoknya semur forever. Setelah sholat Ied, keliling dan silaturahim dengan tetangga, dan ziarah ke makam, kami duduk-duduk di depan rumah. Terus tahu-tahu ayam ini dateng, cari tempat adem, dan langsung tidur aja gitu. Jangan-jangan nih ayam kelelahan karena habis takbiran keliling malam sebelumnya..

Sleeping hen
Sebelum ke Bogor, gue kumpul dengan keluarga ibu gue di Jakarta. Senangnya kumpul bareng keluarga! Seperti biasa para bapak-bapak akan ngobrol ‘berat’ (dari politik sampai... nggak tahu sampai mana) di teras, ibu-ibu ngobrol di ruang tamu, anak-anak di ruang TV, dan peliharaan di kandang. Sepupu-sepupu cowok gue selalu deh obrolannya seputar kartun, komik, dan games. Gue? Yah gue sih nemplok aja kesana-kemari... taking pictures...



Ini Momo, sugar glider milik sepupu gue yang nggak bisa diam sama seperti pemiliknya. :p

Kemudian sorenya, kami semua berkumpul untuk foto keluarga. Ternyata untuk mengambil satu foto aja dengan anggota keluarga sebanyak ini ribet banget. Terutama sih karena ada salah satu om gue yang berbakat banget jadi pelawak. Kamera dipasang di tripod dan dipasang timer selama sepuluh detik. Begitu tombol shutter ditekan dan timer mulai menghitung mundur, ada aja lelucon yang dilontarkan, jadinya kami yang tadinya udah siap pasang pose paling kece tertawa dan akhirnya harus pura-pura jaim lagi. Hahahaha seru!

Di lebaran tahun ini gue ketemu dengan anak-anak kerabat yang lucu, salah satunya adalah keponakan gue sendiri (tapi nggak ada di foto). Oooh, gue merasa tua sekarang.

kids

Dan perjalanan ke Bogor kemarin itu cukup membuat emosi jiwa. Capeknya sih nggak seberapa, orang-orangnya itu lho. Kita berangkat dengan kereta api. Dan ini dia yang bikin emosi jiwa. Kami nggak dapet duduk karena kereta udah penuh banget. Nggak masalah sih buat gue. Tapi kami ada di gerbong khusus wanita. Dan dalam rangka lebaran gini gerbong wanita berisi ibu-ibu dengan anak-anak mereka. Oh no. Jangan salah sangka, gue suka bayi dan anak kecil (tapi yang nggak rese). Masalahnya ada aja yang nangis, misalnya kehausan, terus ibunya malah lupa bawa dot anaknya, lupa bawa ini-nya, itu-nya, sampai si anak nangis terus. Gue jadi pusing... Terus waktu sampai di stasiun Bogor, gue berjuang susah payah untuk turun kereta sementara orang-orang di peron udah menyerobot masuk. Parah. Sejak ada kereta commuter line, kereta Pakuan express malah ditiadakan. Gue nggak ngerti kenapa malah begini. Kenapa yang cepat malah ditiadakkan??! Ini zaman global, men! Semuanya harus serba cepat! *lha

Untungnya setelah lumayan emosi, gue menghabiskan waktu menonton Kung Fu Panda 2 dengan sepupu di Bogor. Dan ya ampun itu film kocak parah. Awalnya gue merasa nggak enak untuk tertawa lepas (baca: ngakak), tapi begitu penonton di deretan belakang tertawa terbahak-bahak, akhirnya gue cuek aja. Lucu banget deh. Oh iya, gue seneng banget bisa menebak pengisi suara untuk karakter Lord Shen dengan benar, yaitu tak lain dan tak bukan... Gary Oldman! I love him. Sebelumnya gue nggak sempat baca ulasan tentang film ini, sama sekali nggak tahu kalo Om Gary (sok akrab) ikutan jadi pengisi suara. Begitu melihat namanya di layar ketika filmnya berakhir gue langsung menjambak sepupu gue saking senangnya! Engga ding... enggak lah, gue nggak sebrutal itu. Tapi gue rasa yang melihat reaksi gue waktu itu akan mengira bahwa gue lebay.. -__-
Ah, biarlah, mereka tidak akan mengerti... *dramatis.

Beberapa hari berikutnya, gue nonton lagi bersama sepupu, Mama, dan juga Uwa. Kali ini film Indonesia, Di Bawah Lindungan Ka’bah. Sejujurnya gue emang nggak punya ekspektasi tinggi tentang film ini, tapi cukup penasaran mengenai setting tempat yang akan mereka suguhkan sepanjang film mengingat ceritanya berada di masa lalu--sebelum Indonesia merdeka! Tapi sambil menonton gue dan sepupu gue malah bercanda. Di salah satu adegan dimana si tokoh utama pria ditanya apakah dia mencintai si tokoh utama wanitanya...

Dialog film: Jadi, apakah kau mencintai Zainab?
Sepupu gue: Always.

Gue langsung ngakak. Severus Snape, kali.... Hahahahaha. Terus di perjalanan pulang, kami membahas film itu. Uwa gue yang satu ikut berkomentar dalam bahasa Sunda. Gue nggak terlalu mengerti bahasa Sunda dan suka ketawa sendiri kalau ada yang ngomong Sunda dengan kecepatan kilat. Tapi kali ini gue ketawa karena emang mengerti artinya. Ketika yang lain sudah mengeluarkan pendapatnya, Uwa gue berkomentar, “Jadi... ETA DI FILM MARARAOT KABEH?” (Jadi, itu di film mati semuanya?)
Kalau bisa, mungkin saat itu gue udah ngakak sambil guling-gulingan. FYI, sesuatu yang sederhana bisa menjadi sangat lucu buat gue. Lucu aja. Dari segitu panjangnya film, segitu banyak untuk dikomentarin, dia meringkasnya dalam satu kalimat tersebut. Lugas! Hahahaha Sampai sekarang gue masih ketawa sendiri kalau ingat kalimat itu.

Wah, ternyata postingannya jadi panjang banget gini ya. Sekian dulu deh. Semoga berjumpa lagi dengan Ramadhan dan Idul Fitri tahun depan! :)


baby shoes


August 29, 2011

Lebaran Sebentar Lagi....

Friday sunshine

Hai, para pembaca! Ini juga kalau memang ada yang baca blog ini sih.. hehe
Lebaran tinggal menghitung jam. Bagaimana persiapan Lebaran di rumah masing-masing? Kalau gue persiapan Lebaran sama dengan kerja rodi alias bersih-bersih gila-gilaan. Segala gorden, sprei, taplak, semuanya dicuciin sama emak gue. Capek banget kalau jadwal kerja rodi udah dimulai, tapi yah gimana dong rumahnya kan nggak bisa bersih sendiri... lagipula kalau semuanya udah beres rasanya ada kepuasan tersendiri. Oke, lebih baik gue berhenti disini sebelum terdengar seperti ibu-ibu rumah tangga.

Minggu ini cukup menyenangkan buat gue. Gue dapet teman baru yang akan selalu setia menemani dan bahkan juga akan berkontribusi untuk blog ini... hehe. Segitu dulu.


26082011_007

Bulan puasa ini cukup banyak acara kumpul-kumpul sekaligus buka puasa bersama yang diadakan oleh teman-teman. Sayangnya gue nggak bisa ikut semua acara itu. Salah satu yang gue hadirin tentunya buka bersama dengan sohib-sohib gue, di sebuah mall yang cukup dekat dengan rumah.

Acara buka bersama ini diwarnai dengan insiden salah tanggal yang menimpa... tak lain dan tak bukan... gue. Jadi ceritanya temen gue udah tag salah satu poster sederhana berisi undangan acara di Facebook sekitar seminggu sebelum acara dan gue juga udah baca dengan jelas. Begitu log in lagi, gue nggak baca lagi undangan itu karena sibuk baca komentar dari teman-teman. Biasa deh, pada sibuk bercanda dan saling meledek. Gue ikut senyum-senyum aja dan cuma nimbrung sesekali.


Sekarang fast forward ke hari Sabtu. Bulan puasa ini gue sering nggak tidur sehingga jadwal tidur jadi berantakan dan sepertinya bergeser. Siang ngantuk, malam segar bugar. Maka di hari Sabtu itu gue bangun ketika udah hampir sore, kaget ngeliat jam dan langsung mandi. Begitu semuanya selesai lantas gue SMS temen gue untuk ngajak bareng. Nggak dibales. Gue SMS seorang lagi. Nggak dibales juga. Ya ampun jangan-jangan gue ditinggalin. Setelah menunggu dan masih nggak mendapat jawaban, akhirnya gue putuskan untuk menelepon temen gue.


Gue: Halo, lo ada dimana? Udah berangkat belom?
Sohib: Hah? Berangkat? Berangkat kemana, Di?
Gue: Lho bukannya buka bersama sekarang?
Sohib: Hah? Sekarang? Emangnya sekarang hari apa? Bukannya buka bersamanya hari Minggu, ya?
Gue: Heh? Eh... gue cek dulu deh. *tutup telepon*


Gue langsung log in ke Facebook demi mengecek kepastian harinya. Dan *JENG JEEEEEENG* bener aja. Jelas-jelas hari Minggu, bukan Sabtu. Gue salah baca. Duh, tapi bisa dong ya pake alesan kurang tidur? Atau alasan lain; karena baru bangun tidur?
Kemudian handphone bergetar dan nama temen gue muncul di layar. Haaaah... ya sudahlah, gue pasrah diketawain habis-habisan.



Gue: *angkat telepon* Halo?
Sohib: HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA elo kenapa, Di? Ngigo ya? HAHAHAHAHAHAHA
Gue: Iya, iya, gue salah baca... -___-"


Dia bahkan nggak bilang 'Halo' dulu gitu waktu nelepon gue, langsung aja ketawa setan di kuping gue. Setelah gue bayangin, sepertinya dia udah ngakak sampe sakit perut sendiri waktu gue angkat telepon. Jadi sebenernya waktu gue sms tadi dia lagi tidur dan kebangun gara-gara gue telepon. Hahaha maaf ya. Setelah puas diketawain, akhirnya gue ganti baju dan selonjoran di kursi. Tapi temen gue yang tadi juga gue SMS ikut menelepon! Siap-siap, Diah... dan bener aja gue diketawain lagi. Gue sampe bilang 'Iya, udah ya, gue udah puas nih diketawain'.


Oh well... tapi acaranya seru walaupun cuma sepuluh orang yang bisa hadir. Yah segitu aja udah rame sendiri. Sempet gondok waktu kursi dan meja yang udah kita tarik sana-sini, sambung sana-sini udah beres dan siap menunggu kehadiran teman-teman yang lain malah diambil sama orang. Tanpa basa-basi pula. Nggak sopan. Jangan ditiru.


roll-and-rolla'

Kemudian setelah berbuka, ngobrol ngalor-ngidul dan beberapa teman sudah pamit pulang, muncul ide gila untuk naik roller coaster. Beberapa langsung menolak dengan alasan takut muntah karena baru aja makan. Tapi gue dan lima teman lainnya setuju. Roller coaster ini udah sama sekali nggak menyeramkan buat gue, tapi lumayan untuk menyalurkan teriakan yang nggak bisa gue keluarin di rumah. Dan bersama mereka permainan itu jadi super seru. Gue ketawa sampai sakit perut gara-gara mendengar teriakan histeris dari teman gue. Gue rasa orang-orang yang lagi makan di food court nun jauh di bawah lintasan heran kali ya, yang teriak kok heboh banget. Seru banget deh. That night I felt like a child, finding my old friends again. :)

Nah sebelum terlambat gue mau mengucapkan

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah
 

Mohon maaf lahir dan batin
See you soon!

August 16, 2011

Deathly Hallows: Part Two (finally).

Gue nyerah.
Biasanya gampang banget untuk nulis review film yang baru aja gue tonton. Tapi tidak untuk yang satu ini, walaupun gue udah nonton sejak hari pertama film itu tayang di Indonesia.

DH-for-blogger

Harry Potter and the Deathly Hallows: Part Two.

Setelah waktu itu sempat lihat review yang dibuat oleh seorang blogger di Tumblr dan secara garis besar gue setuju dengan dia, gue jadi males untuk bikin review sendiri. Selain itu, setelah nonton, gue ngerasa sedih banget (kita sebut saja post-Potter syndrome). Sebagai seorang Potterhead, gue yakin the magic will forever live, tapi gue tentunya tetap merasa kehilangan karena seri yang sudah menemani para Potterhead di seluruh dunia sampai sepuluh tahun ini akhirnya berakhir.

*hening sejenak*

Jadi, yah, gue akan membuat beberapa poin aja.

WTF moments alias adegan-adegan yang cukup mengganggu buat gue sampai-sampai gue harus teriak protes, 'WTF?!'
  1. Neville yang mencari-cari Luna karena tergila-gila dengannya dan merasa harus menyatakan perasaannya kepada Luna saat itu juga. Emang sih mereka berdua terlihat cocok dan bisa jadi pasangan yang serasi. Tapi, terlepas dari bagaimana perasaan mereka berdua, seinget gue Neville nggak pernah ngomong hal semacam itu. FYI, Luna juga akhirnya menikah dengan orang lain.
  2. Harry merangkul Voldemort dan akhirnya terjun bebas bersama. Sejak pertama kali lihat adegan itu di trailer-nya, gue udah geleng-geleng kepala. Oke, Harry, so sweet banget deh, tapi bisa kita lanjutin aja berantemnya?
  3. Harry mematahkan Elder Wand dan membuangnya. Gue kasih tahu deh, buat yang nggak baca bukunya dan juga nggak terlalu ingat cerita di Deathly Hallows: Part One. Tongkat milik Harry patah waktu di Godric's Hollow, dimana Nagini menyamar menjadi Bathilda Bagshot. Seperti penyihir lainnya, Harry juga udah merasa cocok banget dengan tongkatnya. Maka, setelah battle berakhir dan Voldemort mati, Harry menggunakan Elder Wand untuk merapalkan mantra 'Reparo' ke tongkatnya sendiri, kemudian Elder Wand dikembalikan lagi ke makam Dumbledore. Okelah, gue ngerti maksud yang ingin disampaikan dari adegan ini; bahwa Harry bukan tipe pahlawan yang haus kekuatan dan kekuasaan. Tapi nggak selebay ini juga, kali.

Adegan yang gue harap bakal diadaptasi dari bukunya, tapi ternyata tidak.

  1. Kematian Petter Pettigrew a.k.a Wormtail. ARGH gue benci banget makhluk ini. Namanya seharusnya dicoret saja dari sejarah dunia persihiran! Pettigrew mati di ruang bawah tanah Malfoy Manor, kediaman keluarga Malfoy setelah sebelumnya mencoba membunuh Harry dengan cara mencekiknya. Tapi setelah sepersekian detik merasa ragu dan mungkin juga iba, tangan perak hasil pemberian Voldemort (Goblet of Fire) langsung berbalas mencekiknya sendiri sampai mati. Kematian yang pantas didapatkannya. Tapi di filmnya (DH: Part One) dia cuma digebuk, terus bilang 'Auw' terus jatuh, terus nggak tahu lagi bagaimana.
  2. Kreacher's Tale. Ini juga seharusnya ada di Part One. Pasti dikurangi karena masalah durasi dan dianggap bukan bagian yang 'harus banget' ada di filmnya. Tapi bagian ini cukup mengharukan buat gue dan sejak Kreacher menceritakan kisahnya di bagian ini, sikapnya berubah; dia menjadi lebih sopan pada Harry, Ron, dan Hermione dan bahkan membuatkan masakan untuk mereka selama mereka tinggal di Grimmauld Place.

Adegan mengharukan.

  1. Adegan pembuka. Ya, waktu adegan pembuka alias adegan dimana lambang Warner Brothers muncul di layar aja rasanya gue udah pengen nangis meraung-raung. Berbeda dari tujuh film lainnya, kalau musik yang biasanya digunakan dalam adegan pembuka ini adalah Hedwig's Theme, untuk film ini yang digunakan berjudul Lily's Theme yang sedih-banget-gilaaaaa.
  2. Lupin & Tonks. Mereka merupakan salah satu pasangan favorit gue karena mereka keren banget. Yang satu werewolf dan satunya lagi Metamorphagus dan juga merupakan seorang Auror muda yang handal. Kematian mereka tragis. Gue sedih banget waktu Hogwarts mulai diserang dan mereka berpegangan tangan, siap tempur sampai titik darah penghabisan.
  3. Ketika para guru mengerahkan kemampuan mereka untuk memberikan perlindungan untuk Hogwarts, kemudian McGonaggall mengerahkan pasukan berbaju zirah. Beuh. Pokoknya semua komponen Hogwarts ikut serta melindungi kastil. Dan waktu pasukan berbaju zirah itu membuat barisan rapi, gue merinding mendengar derap langkah mereka. Mungkin karena gue mantan Paskibra semasa SMP? Eh, nggak ngaruh ya?
  4. Harry muncul di Aula Besar setelah Snape 'mengancam' anak-anak yang mengetahui keberadaannya lalu Order of the Phoenix muncul dan bahkan Professor McGonaggall pasang badan untuk melawan Snape.

Adegan yang menguras air mata (buat gue).

  1. Kematian Snape. Brutal banget dia harus dibunuh pelan-pelan begitu... *sedot ingus* Tapi kalau langsung dibunuh dengan Avada Kedavra, tentunya dia nggak akan sempat memberikan kenangannya untuk dilihat oleh Harry, kan?
  2. The Prince's Tale, tentunya. Oh pokoknya gue cinta Severus Snape. Enough said. Sedih banget bahwa ada orang seperti dia, yang cintanya bertepuk sebelah tangan tapi tetap mati-matian mempertahankan cintanya kepada Lily dengan cara melindungi anaknya, sekalipun anaknya itu mirip banget dengan James yang dibencinya. Gue udah sesenggukkan waktu Snape mengeluarkan Patronus-nya yang berbentuk rusa betina. Terus waktu adegan Snape menangisi jenazah Lily... gue sampai gigit sofa bioskop. Enggak ding. Puasa sih, soalnya.
  3. Lily Potter, ketika dia tahu sebentar lagi akan mati, terus dia bicara pada Harry yang masih bayi. "Harry you are loved. Harry be strong. Mama loves you. Dada loves you..."
  4. Di Hutan Terlarang waktu Harry membuka Golden Snitch yang ternyata berisi Ressurection Stone dan... The Marauders serta Lily Potter muncul. Nangis deres lagi disini... T.T Entah kenapa gue cinta banget sama Sirius dan begitu mereka semua muncul, gue langsung nyesek aja gitu lihat Sirius. Kenapa Sirius harus mati? Kenapa?!
Adegan Lucu.
Banyak banget sih, tapi yang paling gue suka waktu Hermione hampir kena Avada Kedavra oleh Malfoy and the gang, terus Ron ngamuk, teriak "That's my girlfriend, you numpty!" dan megang tongkatnya udah kayak megang golok. Haha.

Dan ada juga satu adegan dimana Narcissa dan Draco berjalan bergandengan tangan meninggalkan Hogwarts dan akhirnya disusul oleh Lucius. Menurut gue adegan itu cukup manis. Dan Narcissa cukup menonjol disini. Dia sosok ibu yang rela mengambil resiko demi menyelamatkan anak semata wayangnya.

Yah gue sedih banget filmnya berakhir. Tapi untungnya ada Pottermore, jadi sepertinya post-Potter syndrome ini nggak akan lama, walaupun belom dapet juga welcome email-nya...

Tapi yang pasti senang banget karena Deathly Hallows: Part Two berhasil bertengger di posisi ketiga film berpenghasilan terbesar sepanjang masa, cuma kalah sama Avatar dan Titanic aja. Tapi sepertinya masih ada harapan untuk mengejar, soalnya filmnya masih diputar... cikiciww.

Jadi, Pray for Potter!
*halah.
Read the Printed Word!